Kamis, 29 Mei 2008

Akhirnya datang juga....



"Punten yah, Har, kalo Bapak punya kesalahan, sengaja atau tidak sengaja, mohon dimaafkan," ucapan itu keluar dari mulut senior saya yang hari ini merupakan hari terakhir masuk ke lingkungan kantor, sebagai pekerja.
Terkejut saya mendengarnya. Yang terlintas saat itu dalam pikiran adalah suatu saat momen itu akan tiba, suatu saat nanti saya yang mengucapkan kalimat itu. Entah kapan. Tapi pasti.

Saya pernah mendengar ungkapan bijak, "Jangan tanyakan apa yang kau dapatkan, tapi tanyakanlah apa yang telah kau berikan." Lalu apa yang telah saya berikan? Saya tidak yakin saya telah melakukannya.

Entah bagaima keadaan saya nanti saat mengucapkan kata pisah, namun harapan yang pasti saya dapat tersenyum tanpa sesal. Tanpa pengharapan untuk memutar kembali roda perjalanan waktu, untuk memperbaiki segalanya karena kita tidak akan pernah dapat kembali.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
(QS. Al 'Ashr 1-3)




Bdg, 20080530



Selasa, 27 Mei 2008

Sudah tradisi

Nostalgia, aku coba buka lagi beberapa imel lama yang ada di inbox outlook.
. . . .

Satu imel yang siang saya pikir menarik adalah imel dengan lampiran microsoft power point mengenai terbentuknya paradigma.
Menarik, tanpa sadar kita seringkali terjebak pada suatu rutinitas di mana kita tidak mengetahui, mengapa saya harus melakukan hal tersebut. Dan lucunya saat kita coba konfirmasi pada rekan di lingkungan kita, jawaban mereka relatif seragam, "Tos ti baheulana kitu.."

Coba deh kita tanya pada diri kita sendiri, misal, untuk apa kita shalat atau mengapa saat shalat kita membaca do'a iftitah "Allahumma ba'id baini...dst". Jangan-jangan jawaban kita juga sama, "Dulu kita diajarkan seperti itu."

Nah lho..!!


HAR-20080528

Senin, 26 Mei 2008

Tuyul

Bukan bermaksud menulis tentang hal mistis, tapi beberapa hari belakangan, ditempatku sedang hot berita kehilangan uang, 2 lembar dari setiap bundel uang yang disimpan oleh rekan saya raib.
Semula kejadian tersebut tidak terlalu dipersoalkan sampai akhirnya pada malam terakhir kejadian salah satu anggota rumah melihat "penampakan", anak kecil botak, agak hitam dengan mata berwarna merah yang diyakininya sebagai tuyul.

Secara pribadi saya 100% percaya, terlepas dari itu tuyul atau bukan, yang jelas mahluk gaib itu ada. Titik.

Yang perlu diwaspadai, bagaimana kita menyikapinya, hal-hal semacam itu sangat tipis sekali batasannya, antara yang syirik dan syar'i.
Bukan bermaksud menghakimi, tapi karena keawaman kita terkadang kita sering terkecoh dengan penampilan "ghostbuster" berkedok kiyai. (gimana sih nulisnya). Di saat sang kiyai membacakan ayat suci, dalam benak kita itu pasti syar'i, sesuai dengan tuntunan Ilahi.

Hati-hati sahabat, kemusyrikan saat ini banyak dibalut dalam kopiah agama.

Kamis, 22 Mei 2008

Hitam putih dan BBM

Naikkan saja BBM hingga Rp 10.000 per liter atau Rp 15.000 per liter..!!
lho kok....

Kening saya sedikit berkerut tatkala mendengar rekan kerja mengatakan hal itu. Sementara banyak sekali elemen mahasiswa dan masyarakat yang mengajukan keberatan dengan kenaikan BBM (premium-red) dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 rekan saya malah bersikap sebaliknya.

Hati-hati saya bertanya, "Pak dasarnya apa? Kok tidak was-was dengan kenaikan harga BBM tersebut?"
Santai beliau menjawab, "Agar semua jelas, hitam atau putih, tidak ada abu-abu."
Semakin lieur saya mendengarnya.

"Mas, kalau harga bensin sebut saja Rp 10.000 coba bayangkan kebutuhan masyarakat dalam hal ini untuk beli bensin, hampir dapat dipastikan daya beli kita akan sangat berkurang sekali dan bahkan tidak mampu. Akibatnya orang-orang yang selama ini 'memaksakan diri' memiliki kendaraan akan berpikir ulang, apakan memang saya ini mampu untuk punya kendaraan? Lebih jauh lagi untuk yang semula 'agak kaya' dengan memfasilitasi seluruh anggota keluarganya dengan kendaraan pun akan melakukan hal yang sama." Saya mulai mengerti ke mana arah ide beliau.

"Pada akhirnya semua akan jelas, mana yang benar-benar banyak uang yang dan mana yang kekurangan uang, yang banyak uang akan tetap eksis bekendaraan dan yang kekurangan uang akan menggunakan transportasi umum untuk mobilitasnya atau mungkin sekali malah bersepeda seperti dahulu."

He..he..idenya boleh juga pikir saya, jalan raya menjadi kosong dan hobby baru bersepeda ke kantor atau kata tetangga Bike to Work akan menjadi lebih nyaman lagi.


Pasteur, 20080523

Teknologi telekomunikasi menentukan peradaban suatu bangsa

Mexico :
Arkeolog
Mexico melaporkan, bahwa mereka melakukan penggalian diantara reruntuhan peradaban Aztec. Setelah melakukan penggalian sedalam 300m mereka menemukan kotak surat. Dapat diambil kesimpulan bahwa 500 tahun yang lalu, suku Aztec sudah mengenal surat menyurat dalam berkomunikasi.

Mesir :

Ahli purbakala Mesir yang telah melakukan penggalian disebelah patung spinx menemukan kabel telepon pada kedalaman 200m. Bangsa Mesir mengklaim mereka sudah mengenal telepon sejak jaman King Tut.


China
:
Setelah melakukan penelitian diantara patung Teracota, ditemukan serat kaca.

Bangsa China mengklaim peradaban mereka lebih maju dari bangsa mesir, karena sudah mengenal fiber optic sejak dinasti Ming.

Indonesia
:
Dinas purbakala Pemda Magelang yang melakukan penggalian disamping candi Borobudur sampai kedalaman 100 meter tidak menemukan apa-apa. Dilanjutkan sampai kedalaman 500meter lalu 1000meter. Meraka tetap tidak menemukan sesuatu selain tanah dan
batu.
Kemudian mereka mengambil kesimpulan, bahwa bangsa Indonesia ternyata paling maju dari bangsa-bangsa di dunia. Sejak jaman dinasti Syailendra bangsa kita sudah menggunakan teknologi wireless.



Hanya untuk santai, jangan terlalu serius
(diambil dari humor salah satu radio swasta di Jakarta)

Think globaly, Act locally

Minggu lalu ini ada sesuatu yang baru di ruang itu, tepatnya setumpuk kertas kecil di sebelah telpon.

Hari kedua tumpukan kertas itu tinggal sedikit, di sebelahnya tercecer beberapa kertas yang sama yang saya duga berasal dari tumpukan kertas yang rupanya disediakan untuk corat-coret saat menerima telepon. (Rupanya itu tujuan setumpuk kertas di sisi telepon)

Hari ketiga, sudah tidak ada lagi tumpukan kertas, semuanya tercecer.

Awal minggu ini, kembali saya lihat setumpuk kertas, lebih rapi karena pada bagian pingir kertas dilubangi dan diikat dengan benang jeger untuk menyatukan semua kertas.

Mudah dan sederhana serta sangat bermanfaat.

Tak sadar ide kecil ini telah memaksa kita untuk belajar rapih.

Tak semua orang mampu mengeluarkan ide-ide seperti ini atau mungkin tidak terpikir untuk merealisasikannya karena berpikir hal kecil seperti ini dapat membawa perubahan yang tidak mustahil akan sangat signifikan untuk hari esok.

Atau mungkin juga mereka berpikir terlalu jauh...sangat jauh ke depan sehingga melewatkan ide-ide sederhana yang sebenarnya lebih sering muncul dalam pikiran kita.

Tidak akan ada gunung jika tidak ada pasir

Tidak akan ada lautan jika tidak ada setets air

Tidak akan pernah ada perubahan besar jika tidak berusaha untuk memulai dari hal-hal kecil.



Pasteur, 20080522

Terjaga

Pagi-pagi Aisha sudah bangun, jam 4 dia sudah terjaga membangunkan seisi rumah seolah ingin mengatakan saat itu telah masuk waktu Shubuh. Dingin sekali di luar sana, siraman air hujan semalam membuat kami menarik selimut kembali, tapi Aisha kemudian menjerit, protes untuk segera mendapatkan perhatian dari ayah bundanya. Seolah pula ingin berkata, tunaikan lah shalat Shubuh pada waktunya.

. . . .

Katanya, manusia itu tempat salah dan lupa, karena itulah terkadang kita perlu untuk dipaksa, entah oleh aturan atau oleh seseorang, untuk selalu terjaga.
. . . .

November 7, 2007

Luv is Cinta




Di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.

Pasteur – 20071112

My litte Aisha


Aisha, dari Siti Aisyah, ummul mukminin, istri Rasulullah Muhammad saw dengan panggilan kesayangan “Humaira”, berarti kemerah-merahan, perempuan cerdas dan mampu menuturkan ribuan sunnah rasul yang terekam dengan baik dalam memori otaknya.

Farishta, dari bahasa Urdu, Fariishta, yang berarti bidadari.

Raeka, dari bahasa Spanyol yang berarti cantik atau unik.

Aisha Farisha Raeka, lahir 26 September 2007 di RSAI Hermina Pasteur pada pukul 05.55 dengan berat 2940 gram dan panjang 49 cm. Semoga kelak putri kecilku tumbuh menjadi wanita shalehah, sehat, cerdas dan secantik Siti Aisyah, dapat menjadi amal jariyah jika kami telah berpulang ke hariban Allah.


Amiin…

BF-20071112